Rabu, 20 September 2017

Inilah Cara yang Tepat Menjaga Kesehatan Reproduksi Pada Wanita

Menjaga kesehatan reproduksi tubuh wanita sendiri berarti juga menjaga kesehatan calon bayi dan pasangan. Hal ini dapat diawali dari opsi-opsi sederhana sehari-hari.
sumber gambar dari aladokter.com


Secara umum, organ reproduksi wanita meliputi Miss V, rahim, tuba falopi, dan ovarium. Miss reproduksi wanita berperan penting dalam kekerabatan seksual, produksi sel telur, melindungi serta menjadi tempat sel telur berkembang, hingga dalam cara kerja persalinan.

Mengingat fungsi organ reproduksi, penting mencermati pelbagai hal yang dapat direncanakan untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. Berikut ini merupakan sebagian yang utama.

Alat kontrasepsi

Kesehatan reproduksi wanita diawali dengan kecakapan untuk melindungi diri sendiri dari penyakit menular seksual, penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia, yang menjadi salah satu penyebab utama infertilitas pada wanita, . Alat kontrasepsi dapat membantu mengurangi risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Terdapat pelbagai opsi kontrasepsi mulai dari kontrasepsi hormonal, intrauterine, penghalang, hingga sterilisasi. Di samping itu, penting untuk tidak berganti-ganti pasangan dalam berkaitan seksual.

Merencanakan kehamilan

Kehamilan yang direncanakan akan  membantu ibu untuk mempersiapkan pelbagai aspek lahiriah maupun mental  sehingga calon bayi dapat memiliki tumbuh kembang yang lebih sehat serta  mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan selama hamil dan persalinan

Ketika seorang wanita hamil, ia berhak dan seharusnya mendapatkan pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan supaya bayi serta ibunya sehat dan selamat.

Menjaga berat badan supaya konsisten ideal

Tidak banyak orang menyadari bahwa kelebihan berat badan dapat memengaruhi ovulasi dan produksi hormon. Kecuali itu, berat badan berlebih dapat meningkatkan kelembapan pada organ intim, yang memudahkan pertumbuhan kuman dan jamur, Oleh karenanya, menjaga berat badan  merupakan salah satu metode paling sederhana dalam menjaga kesehatan reproduksi wanita.

Konsumsi makanan sehat

Jadikan makanan sehat sebagai komponen dari keseharian. Pastikan Anda mengonsumsi cukup aneka sayuran, buah, gandum atau biji-bijian utuh, protein, serta lemak sehat, seimbangkan kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak, supaya nutrisi yang dikonsumsi komplit serta berimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Periksakan kesehatan secara teratur

Memeriksakan kesehatan teratur dapat membuat penyakit serius lebih pesat terdeteksi dan tertangani.  . Waspadai gejala-gejala yang tidak umum seperti ruam, benjolan, hingga rasa sakit yang tidak normal. Konsultasikan dan kenal situasi kesehatan organ reproduksi Anda secara terpola , dengan memeriksakan diri pada dokter pakar kebidanan dan kandungan, dokter mungkin dapat menjalankan sebagian ragam pemeriksaan yang dievaluasi perlu, mulai dari identitas, riwayat keluhan Anda, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan lahiriah dan pemeriksaan pensupport lainnya seperti pemeriksaan TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes), USG dan papsmear.

Istirahat cukup

Jarang berprofesi di malam hari dapat memengaruhi produksi hormon. Seandainya Anda memang seharusnya berprofesi di waktu malam atau dengan waktu yang tidak teratur, cobalah untuk mencukupi waktu istirahat Anda di dikala tidak berprofesi.

Mengelola stres

Kelola stres dengan metode-metode sederhana seperti teknik relaksasi dan olahraga. Seandainya memang dibutuhkan, tidak perlu malu untuk meminta bantuan konseling profesional.

Tradisi tertentu

Mengubah kebiasaan tertentu sehari-hari seperti di bawah ini ternyata dapat berakibat besar kepada kesehatan reproduksi wanita.

Stop merokok. Kesibukan merokok dapat mengurangi jumlah sel telur dan mengganggu kesehatan rahim.
Mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan risiko gangguan ovulasi.
Batasi konsumsi kafein.
Hindari penggunaan obat-obatan di luar dari rekomendasi dokter.
Lindungi diri dari paparan bahan kimia tertentu yang berlebihan, seperti pestisida.
Hindari kebiasaan menggunakan sabun khusus kewanitaan yang mengandung banyak bahan kimia seperti pewangi dan antiseptik, sebab dapat membunuh kuman flora normal di Miss V.
Terapkan perubahan sederhana untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan. Umpamanya dengan membasuh dari depan ke belakang, dan bukan sebaliknya, sesudah buang air besar.
Lebih dari sekedar menjaga organ reproduksi, kesehatan reproduksi berkaitan dengan kecakapan dan kebebasan orang untuk bereproduksi serta memiliki kehidupan seksual yang memuaskan. Pada kesudahannya, kesehatan reproduksi wanita tidak hanya meliputi kesehatan lahiriah, melainkan juga mental serta kesejahteraan yang terjamin sehingga metode reproduksi dapat terjaga.

Artikel Terkait

Inilah Cara yang Tepat Menjaga Kesehatan Reproduksi Pada Wanita
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *